Apa Itu Bajir ROB dan Penyebabnya

  • Bagikan
Apa Itu Bajir ROB
Banjir ROB yang terjadi di Daik Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau tahun 2021

KUTIPAN.CO – Banjir ROB adalah banjir di tepi pantai yang disebabkan permukaan air laut lebih tinggi dari bibir pantai atau daratan di pinggir pantai.

Namun, banjir ROB terjadi tidak semata-mata karena adanya air laut yang tinggi melebihi dari biasanya akan tetapi juga di tambah dengan terjadinya intensitas hujan. Akibat curah hujan tersebut menyebabkan air laut melambat mengalir dan tertahan dalam waktu yang cukup lama di daratan yang mengakibatkan banjir.

Permasalahan banjir ROB merupakan permasalahan yang serius di beberapa bagian Indonesia yang berada di pesisir pantai, apalagi di pesisir pantai terdapat pemukiman masyarakat. Kurangnya daerah resapan air memperparah banjir ROB sebab air akan tergenang lebih lama yang membuat aktifitas masyarakat jadi terhambat.

Selain itu akibat dari banjir tentunya sangat berdampak pada kesehatan masyarakat. Banjir ROB hanya terjadi di wilayah pesisir pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan biasanya terjadi bersifat periodik.

Sejatinya pengertian banjir ROB berasal dari air laut, banjir ini dipengaruhi oleh pasang surut air laut yang membuat daratan di pesisir pantai terendam air. Jika dibandingkan dengan banjir lainnya seperti banjir bandang atau banjir akibat luapan air sungai banjir ROB biasanya lebih jernih.

Penyabab terjadi Banjir ROB

Penyebab banjir ROB diantaranya yakni terjadinya Pemanasan Global yang sangat berdampak pada Bumi hal ini juga memperparah terjadinya banjir ROB, pemanasan global membuat rata-rata suhu dunia meningkat.

Nah, dari pemanasan global itu membuat terjadinya lelehan es di kutub bumi, pertambahan volume air akibat dari lelehan es tersebut membuat peningkatan air laut.

Selain itu akibat dari penurunan permukaan daratan, dengan kondisi daratan yang menurun atau lebih rendah dibandingkan permukaan laut akan berdampak pada aliran air yang seharusnya mengalir ke laut akan berbalik menggenangi daratan. Penyebab dari penurunan daratan ini salah satunya disebabkan karena pengambilan air tanah yang berlebihan dan pembangunan gedung yang membebani permukaan tanah.

Kemudian, kerusakan ekosistem pesisir, yang mana keberadaan hutan bakau yang berada di pesisir pantai berkurang, keberadaan bakau di pesisir pantai dapat berfungsi selain sebagai tempat habitat hewan laut juga sebagai peredam gelombang laut.

Nah yang satu ini juga dampak pendukung terjadinya banjir ROB yakni kebiasaan membuang sampaj ke laut, kebiasaan yang sepele atau kecil yang dilakukan oleh umat manusia yakni membuang sampah sembarangan apalagi kelaut dapat berdampak buruk bukan hanya bagi flora dan fauna juga berdampak pada kehidupan manusia.

Selain dapat mengakibatkan banjir akibat tersumbat atau dangkalnya suatu permukaan sungai, membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan berbagai penyakit yang dapat mengancam kesehatan manusia. Akibat dari kebiasaan membuang sampah sembarangan walaupun kecil namun sering dilakukan lambat laun akan menumpuk dan mengancam kehidupan plora dan fauna serta kehidupan manusia.

Banjir ROB dapat dikategorikan sebuah bencana yang dapat mengancam atau mengganggu kehidupan hewan dan manusia, akibat dari banjir ROB dapat saja menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan berdampak pada psikologis.

Ada banyak dampak yang tentunya merugikan baik bagi kehidupan manusia, plora dan fauna akibat dari banjir ROB, untuk itu agar dampak negatif dari banjir ROB tidak terjadi maka perlu dilakukan tindakan pencegahan dan kesadaran individual akan hal tersebut, kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat sangat mempengaruhi untuk menanggulangi banjir ROB.

Salah satu langkah penanggulangan banjir ROB yang dapat dilakukan antara lain yakni :

  • Pemanfaatan teknologi untuk mengatasi rob dapat dilakukan dengan melakukan pemanenan air hujan, pengoperasian pompa, serta membangun bendungan di area pesisir.
  • Pembangunan kota berkonsep water front city juga bisa dilakukan. Konsep ini menjadikan air sebagai bagian kehidupan sehari-hari masayrakat. Cara ini bisa diterapkan di daerah yang mempunyai laju penurunan tanah tinggi. Secara tidak langsung, masyarakat akan beradaptasi dengan membuat rumah panggung untuk menghindari luapan air.
  • Pembuatan bendungan laut yang disertai dengan tidal gate atau pintu air yang berfungsi untuk mengatur pasang surut daerah mura. Tujuan sistem ini adalah mencegah dan mengurangi volume air laut masuk ke daratan.
  • Pemerintah juga dapat membuat polder atau kolam untuk menampung air rob. Polder-polder tersebut didesain sedemikian rupa agar menjadi bagian dari drainase kota.

  • Bagikan