Connect with us

Lingga

Aliansi Mahasiswa Anambas Dukung Penolakan Tambang Timah Laut di Posek

Published

on

Foto Aliansi Mahasiswa Anambas Dukung Penolakan Tambang Timah Laut

KUTIPAN.CO – Deklarasi aksi damai penolakan masyarakat Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, Kepri terhadap akan dilakukan nya penambangan Timah Laut, PT. Supreme Alam Resources (SAR), tidak saja dari Mahasiswa Lingga di Tanjungpinang, namun dukungan penolakan tersebut juga datang dari Mahasiswa Anambas di Tanjungpinang.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Anambas di Tanjungpinang, Khaidir, mendukung penuh penolakan yang dilakukan oleh masyakat Kecamatan Kepulauan Posek, terkait akan beroperasinya penambangan timah laut diwilayah perairan laut Pulau Alang Tiga, Kecamatan Kepulauan Posek.

Masyarakat Provinsi Kepri, jelas Khaidir, sebelumnya di hebohkan dengan penolakan masyarakat Kecamatan Kepulauan Posek, terkait isu penambangan timah laut yang akan masuk beroprasi di wilayah perairan mereka, tentunya hal ini mendapat respon dari masyarakat yang mana masyoritasnya berprofesi sebagai nelayan.

“Untuk itu, kami dari Aliansi Mahasiswa Anambas di Tanjungpinang, sangat mendukung penolakan yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Kepulauan Posek tersebut,” kata Khaidir yang juga merupakan Mahasiswa Fakultas ilmu Kelautan dan Perikanan, (Fikp UMRAH), kepada Kutipan.co melalui WhatsApp nya, Rabu (11/11/2020).

Baca :  Susuri Tempat Keramaian, Polsek Dabo Himbau Physical Distancing

Pemprov Kepri, lanjut Khaidir, harus mengkaji kembali segala bentuk perizinan dan AMDAL dari PT. SAR tersebut, seharusnya proses penerbiatan AMDAL harus melibatkan masyarakat setempat, karna mereka yang pertama kali akan merasakan dampak dari eksploitasi tambang timah tersebut.

Dikatakan, apalagi isunya penambangan akan dilakukan di perairan, otomatis perairan tersebut akan ikut tercemar sehingga merusak segala bentuk ekosistem dan habitat yang ada pada perairan tersebut, jika laut sudah tercemar maka mata pencarian nelayan akan sangat terkena dampaknya, dan butuh waktu yang sangat lama untuk perairan tersebut kembali mormal seperti semula.

“Jika Pemprov kepri tidak mengindahkan apa yang menjadi keinginan masyarakat Posek, untuk mencabut izin beroprasinya PT. SAR tersebut, maka kami Aliansi Mahasiswa Anambas siap untuk ikut bergabung menyuarakan penolakan ke Pemprov kepri,” tutupnya.

Baca :  Ujian Sekolah SD dan SMP Lingga Akan Dilaksanakan Secara Tatap Muka

Untuk diketahui, sebelumnya masyarakat tiga desa dan satu desa persiapan, yakni, Desa Busung Panjang, Desa Posek, Desa Suak Buaya dan Desa Persiapan Bendahara, pada Minggu 8 November 2020, talah melakukan deklarasi aksi damai menolak akan beroperasinya tambang timah laut PT. SAR, di laut Pulau Alang Tiga, Kecamatan Kepulauan Posek.

Penulis : Pandi | Editor : Fikri

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Populer Sepekan