AKP Budi Hartono Sosok Berwibawa dan Tegas

  • Bagikan
AKP Budi Hartono

KUTIPAN.CO – Dikenal sosok yang berwibawa, wajah tampan dan tegas, AKP Budi Hartono SIK., M.M saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lubuk Baja.

Pria kelahiran Bodok 23 Juni 1987 berdarah Tionghoa ini selain memiliki wajah tampan, memiliki sifat sosial yang tinggi, ramah tamah dan bisa merangkul semua kalangan ia juga dikenal baik di mata Anggota Polsek Lubuk Baja.

Budi menamatkan sekolahnya di beberapa tempat, yakni :

Tahun 1996 – 2002 : SD Subsidi, Pusat Damai, Bodok, tahun 1999 – 2002 sekolah di SMP Yos Sudarso, Pusat Damai, Bodok. Kemudian tahun 2002 – 2005 sekolah di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa, Pontianak dan tahun 2005 – 2008 : Akademi Polisi di Semarang.

Anak bungsu dari 2 bersaudara ini jebolan Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 2008. Sebelum menjadi Kapolsek Lubuk Baja ia sudah melakoni jabatan yang sama yakni menjadi Kapolsek Tebing, Tanjung Balai Karimun selama 2 tahun.

Dari Kapolsek Tebing ia pindah tugas menjadi Kapolsek Balai Karimun selama 1 tahun 2 bulan, kemudian Kapolsek KKP Batam selama 8 bulan dan sejak Agustus 2021 hingga sekarang menjabat sebagai Kapolsek Lubuk Baja.

Pria yang akrab disapa Budi ini dikenal sebagai sosok Kapolsek yang tegas dan berwibawa. Sebagai pengayom masyarakat ia memiliki suka dan duka tersendiri dalam menjalankan tugas.

Ia menceritakan saat-saat kesulitan dalam menangani sebuah kasus. Dimana ia dan beberapa rekan lainnya menangani kasus perampokan uang perusahaan senilai kurang lebih Rp. 500 jutaan waktu itu.

“Sampai sekarang kasus tersebut belum terungkap (terbukti), apakah benar-benar dirampok atau memang permainan staff karyawan yang membawa uang tersebut,” kenang Budi.

“Kalau untuk sukanya, ketika kita bisa membantu masyarakat yang terkena musibah,” tambah Budi.

Sebelum menjadi seorang Polisi, Budi kesehariannya membantu kedua orangtuanya yang memang petani. Hidup sederhana sudah ia alami sejak kecil hingga menjadi seorang polisi.

“Saya selalu hidup sederhana. Saya lebih mengedepankan kepentingan umum yang berkaitan dengan orang banyak,” ucap Budi kepada awak media di Kantornya, pada Selasa (23/11/2021).

Pria 34 tahun ini mengenang saat pertama kali ia menjadi seorang polisi. Gaji pertama yang ia terima saat itu Rp. 2 juta hingga Rp. 3 juta.

“Gaji pertama saya saat itu Rp. 2 juta hingga Rp. 3 juta, pembayarannya juga dengan cara dirapel, dua bulan bertugas baru dibayar,” ucap Budi.

Meski demikian, ia tetap bekerja dengan sepenuh hati sesuai dengan motto hidupnya, yakni selalu bersyukur dan bermanfaat bagi orang lain.

“Saya bekerja selalu dengan sepenuh hati biar masyarakat yang melihat dan menilainya sendiri. Memang tidak semua orang pro dengan kita,” jelas Budi.

Budi berpesan kepada seluruh masyarakat Batam agar jangan pernah menyakiti orang lain jika tidak mau disakiti. Berperilakulah yang sewajarnya dan dijalan yang benar, InsyaAllah pahala yang didapat yakni rezeki melimpah.

“Imbauannya masa pandemi covid-19 belum berakhir, jadi saya mohon kepada masyarakat untuk selalu patuhi protokol kesehatan dimana pun berada dan kapanpun, karena itu penting,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan