Foto : Ist

KUTIPAN.co – Dikarenakan tidak adanya modul yang menjadi pedoman ceramah di majelis taklim dan guna mengoptimalkan ilmu yang diberikan penceramah dalam majelis taklim, Kementrian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan 12 modul pelajaran agama Islam untuk digunakan majelis taklim dalam pengajian rutin.

“Insya Allah tahun depan kita cetak. Kita akan minta nanti majelis taklim ini gunakan modul ini,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Tarmizi Tohor dilansir dari CNN Indonesia di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Dikatakan oleh Tarmizi, adapun beberapa modul yang akan disajikan adalah Fikih, Akidah Akhlak, Sejarah Islam, dan Moderasi Beragama. Modul ini adalah usulan dari para ketua majelis taklim dan dirumuskan Kemenag bersama para ahli.

“Modul tersebut nantinya akan didistribusikan ke majelis taklim setelah pendataan. Meski begitu, tak ada kewajiban bagi majelis taklim menggunakan modul tersebut. Bukan wajib, mau pakai silakan, kita sediakan modul, ” kata Tarmizi.

Sebelumnya, Kemenag menerbitkan aturan pendataan majelis taklim lewat Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim. Pasal 6 ayat (1) regulasi itu mengatur majelis taklim harus terdaftar di Kemenag.

Dalam Pasal 9 dan Pasal 10 diatur setiap majelis taklim harus memiliki surat keterangan terdaftar (SKT) yang berlaku lima tahun. Sementara Pasal 19 menyatakan majelis taklim harus melaporkan kegiatan selama satu tahun paling lambat 10 Januari setiap tahunnya.

Editor : Kri
Source : CNN Indonesia