
KUTIPAN – Memasuki hari keempat, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap satu orang nahkoda yang diduga jatuh ke laut (man overboard) dari kapal TB Trans Permata 5 di Perairan Senayang, Kabupaten Lingga, terus dilakukan secara intensif.
Korban diketahui bernama Padang Delli Setiyawan (41), warga negara Indonesia yang menjabat sebagai nahkoda kapal TB Trans Permata 5. Hingga hari keempat pelaksanaan operasi SAR, korban masih dalam pencarian.
Kepala Unit Siaga SAR Lingga, Oktarian, mengungkapkan bahwa tim SAR gabungan kembali melaksanakan pencarian sesuai Rencana Operasi (Renops) H.4 dengan memperluas area pencarian hingga 40 nautical mile (NM).
“Pencarian dibagi menjadi tiga SRU dengan luas area pencarian hingga 40 NM,” ungkap Oktarian pada Jumat (13/2/2026).
Dalam pelaksanaan pencarian dilakukan dengan membagi tim ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 menggunakan RIB 05 USS Lingga melaksanakan pencarian di perairan selatan Pulau Kentar hingga Tanjung Djang.
SRU 2 menggunakan speedboat Pos AL Senayang melakukan penyisiran di perairan Pulau Penaah.
Sementara SRU 3 yang melibatkan masyarakat nelayan pesisir Pulau Sebangka melakukan pemantauan di pantai timur Pulau Sebangka hingga Pulau Sambau.
Selain penyisiran laut, dilakukan pula broadcast keselamatan pelayaran dan koordinasi oleh SROP Dabo Singkep serta pihak kapal TB Trans Permata 5 kepada kapal-kapal yang melintas di alur pelayaran timur Kepulauan Lingga.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan pada Selasa, 10 Februari 2026 pukul 08.25 WIB. Informasi diterima dari PLP Tanjung Uban bahwa pada Senin, 9 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WIB telah terjadi kecelakaan kapal satu orang jatuh ke laut dari TB Trans Permata 5 di Perairan Senayang.
Lokasi kejadian berada pada koordinat 00° 07’ 04.87” N – 104° 48’ 59.13” E, dengan jarak sekitar 51,42 nautical mile dari Unit Siaga SAR Lingga dan radial 39 derajat.
Berdasarkan kronologis kejadian, pada Senin 9 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, korban terakhir terlihat berada di kabin kapal.
Sekitar pukul 20.00 WIB, kru kapal berinisiatif memanggil kapten untuk pergantian jaga. Namun nahkoda tidak ditemukan di area kapal dan diduga telah jatuh ke laut.
Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Unit Siaga SAR Lingga, PLP Tanjung Uban, Pos AL Senayang, Polairud Lingga, agen kapal TB Trans Permata 5, BPBD Lingga, serta SROP Lingga.
Adapun alat utama dan peralatan SAR (alut dan palsar) yang dikerahkan meliputi RIB 05 USS Lingga, KRI Karotang, TB Trans Permata 5, boat Pos AL Senayang, long boat nelayan, satu set alat komunikasi, responder bag, serta peralatan evakuasi.
Dalam pelaksanaan operasi SAR, tim menghadapi sejumlah faktor penghambat, di antaranya kondisi angin dan gelombang tinggi di perairan timur Kepulauan Lingga.
Data cuaca menunjukkan kondisi berawan hingga hujan ringan, dengan arah angin dari utara berkecepatan 9–14 knot serta tinggi gelombang mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.
Meski demikian, tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dengan mengutamakan keselamatan personel dan koordinasi lintas instansi.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian dan operasi SAR terus dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku.





