
KUTIPAN – Menjelang masuknya periode cuaca ekstrem di akhir tahun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga mulai bergerak cepat. Setelah menerima informasi peringatan dini dari BMKG terkait potensi banjir rob, hujan intensitas tinggi, angin kencang, hingga potensi banjir bandang, BPBD menyiapkan langkah mitigasi dan rencana menaikkan status siaga darurat.
Kepala BPBD Lingga, Oktanius Wirsal, menegaskan bahwa pihaknya kini sedang memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor untuk meminimalkan dampak bencana yang mungkin terjadi.
“Jadi kita berdasarkan informasi dari BMKG, ke depan kita akan meningkatkan mitigasi bencana. Kemudian kita melakukan persiapan,” ujar Oktanius.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang bisa berubah cepat, BPBD menilai perlu untuk segera mengaktifkan status siaga darurat. Status ini memungkinkan mobilisasi personel, logistik, dan penanganan lapangan dilakukan lebih cepat tanpa hambatan administratif.
“Ke depan kita akan meningkatkan status ke status siaga darurat untuk menghadapi bencana yang akan datang,” tambahnya.
Langkah ini selaras dengan pola cuaca akhir tahun yang sering membawa hujan lebat, pasang tinggi, dan fenomena angin kencang. Penetapan siaga darurat juga membantu mempercepat respons terhadap kejadian tak terduga seperti pohon tumbang, longsor kecil, maupun genangan di wilayah rawan.
BPBD mencatat bahwa potensi bencana di Kabupaten Lingga bersifat menyebar di sejumlah kecamatan. Beberapa wilayah yang paling sering terdampak meliputi, Posek, Senayang, Kawasan pesisir dan dataran rendah lainnya, Singkep Barat, Singkep Pesisir.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, wilayah-wilayah ini menjadi lokasi yang paling sering menerima dampak dari cuaca ekstrem.
Dengan kondisi geografis Lingga yang dikelilingi laut dan memiliki banyak sungai kecil, potensi bencana seperti banjir rob, banjir bandang, hingga abrasi pantai cukup mudah terjadi ketika hujan dan angin meningkat.
Oktanius menegaskan bahwa mitigasi bencana tak dapat berjalan tanpa dukungan penuh dari masyarakat. Setiap warga diminta aktif melaporkan jika terjadi kondisi darurat atau potensi bahaya di wilayah masing-masing.
Selain itu, masyarakat diminta, menghindari aktivitas berisiko di daerah rawan banjir, meningkatkan kewaspadaan saat hujan intensitas tinggi, memastikan aliran air di sekitar rumah tidak tersumbat, selalu mengikuti update dari BPBD dan BMKG.
Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah disebut menjadi kunci penting untuk mengurangi dampak bencana.





