Panti Asuhan Kasih Ibu Perlu Perhatian Pemkab Lingga

  • Bagikan

Panti Asuhan Kasih Ibu Perlu Perhatian Pemkab Lingga

KUTIPAN.CO – Berbagi di bulan ramadhan penuh berkah, Yayan Khairul Ummah menyalurkan paket sembako kepada anak Panti Asuhan Kasih Ibu, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri. Rabu (5/5/2021) sore.

Ketua Yayasan Khairul Ummah saat menyampaikan sembako pasa penerima

Ketua Yayasan Khairul Ummah, Muhammad Najib menyampaikan, saat ini terdapat 20 anak di Panti Asuhan Kasih Ibu, yang berasal dari Kecamatan Singkep sendiri dan dan juga Singkep Selatan, kami berencana anak-anak Panti Asuhanini, tidak hanya anak dilingkup Kecamatan Singkep, namun anak-anak se-Kabupaten Lingga.

Untuk kendala pada Panti Asuhan ini, jelas Najib, kurang nya perhatian dari kaum muslimin dan Pemerintah daerah dengan keberadaan panti asuhan ini, jika dikatakan tidak mengetahui sementara Panti Asuhan ini sudah berdiri sejak tahun 1974, pada saat PT Timah masih berada di Dabo Singkep.

“Untuk manambah jumlah anak panti ini, namun memang kemampuan kita untuk sementara hanya sebatas ini,” kata Najib, saat ditemui usai kegiatan di Panti Asuhan Kasih Ibu Dabo Singkep.

Pembacaan kalam ilahi oleh salah satu santri

Permasalahan lainnya, lanjut Najib, anak panti asuhan ini tidak tinggal atau menginap disini, karena pendanaan dan pengelolaan dari anak ini diperlukan perhatian khusus, karena kehidupan mereka mesti diperhatikan 24 jam, selain itu, makan mereka harus diperhatikan disitulah kewalahannya pengurus karena sumber tersebut yang kita tidak ada.

Dikatakan, pada saat PT Timah masih berada di Dabo Singkep, semuanya ditanggung oleh PT Timah, namun sekarang ini kita swasta di bawah naungan yayasan, yang artinya jika tidak ada ke ikut sertaan dari kaum muslimin dan juga para darmawan, pengelolaan nya tidak mungkin bisa terlaksana dengan maksimal, dikarenakan kita belum mempunyai usaha yang matang betul untuk menghidupi mereka.

“Kedepan memang rencana anak panti ini di inap kan itu ada, itu pun jika kita sudah mempunyai kemampuan, sehingga akan lebih efektif dalam mengasuh dan mendidik anak panti ini, selain itu, permasalahan lain dari pihak keluarga ada yang masih tidak menginginkan anak untuk di inap kan,” terangnya.

Pada tahun 2007, Najib menyampaikan, kalau anak-anak Panti Asuhan tidak lagi kelihatan atau tidak lagi menginap disini, hal ini karena dalam peratuaran Menteri Agama, anak-anak panti asuhan boleh disantuni tapi mereka di rumah masing-masing.

“Sehingga itu yang menjadi alasan orang tua, untuk sementara tidak mau menempatkan anak nya disini,” paparnya.

Dalam aturan panti juga, kata Najib lagi, telah diatur anak yang telah tamat dari sekolah menengah atas, mereka tidak lagi disantuni oleh panti, hal ini juga karena keterbatasan kita untuk mereka sampai pada jenjeng yang lebih tinggi, namun kalau kita punya kemampuan untuk itu sebenar nya tidak ada masalah.

Hal yang terpenting, tambah Najib, dalam agama islam dijelaskan bahwa anak yatim piatu itu, adalah anak sebelum baligh, adapun apabila sudah baligh tidak lagi disebutkan yatim lagi, jadi jika ada yang sudah baligh tapi masih masuk dalam daftar kita, itu hanya bersifat sosial saja.

“Kami berharap kepada kaum muslimin, mari kita bersama-sama untuk menanam nilai-nilai kebaikan, melaui wadah yang namanya panti asuhan yang didalam nya ada anak yatim, yang jelas dalam Al-Quran dan dalam sunah rasulullah untuk sangat diperhatikan, dan kepada Pemkab Lingga kami berharap mohon sama-sama perhatikanlah kami, yang selama ini belum mendapat perhatian dari pemerintah,” tutupnya.

Sebelum pemberian sembako dan santunan bulanan terhadap 20 anak yatim piatu Panti Asuhan Kasih Ibu ini, kegiatan diawali dengan pembacaan kalam ilahi oleh Dewi Kartika, yang dilanjutkan dengan penyampaian Tausiah oleh Ustadz Egi Setiawan.

Penulis : Pandi | Editor : Fikri

  • Bagikan