Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Kepri

10 Kilogram Sabu dan 3 Kurir Jaringan Internasional Berhasil Diringkus BNN Kepri

KUTIPAN.CO – Tiga kurir narkotika jenis sabu yang merupakan jaringan sindikat internasional berhasil diamankan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau.

“Pada hari Rabu (29/7/2020), sekira pukul 10.00 Wib, Petugas BNN Provinsi Kepuauan Riau mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di sebuah rumah di Taman Yasmin Kebun No. 67 akan terjadi transaksi narkotika golongan I jenis Sabu dan diduga Sabu tersebut berasal dari Malaysia,” kata kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau, Drs, Richard M. Nainggolan, Senin (3/8/2020).

Lebih lanjut diungkapkan Richard, sekira pukul 10.30 WIB petugas BNNP Kepri berangkat menuju ke Taman Yasmin Kebun. Setelah sampai di Taman Yasmin Kebun, sekira pukul 11.00 wib petugas BNNP Kepri melakukan pemeriksaan di sebuah rumah no. 67 dan mendapati ada satu orang pria bernama M (29) WNI didalam rumah tersebut.

“Kemudian petugas melakukan penggeledahan dan menemukan delapan bungkus diduga Narkotika jenis Sabu didalam sebuah tas berwarna merah dan dua bungkus Narkotika jenis sabu yang di sembunyikan di dalam kaos berwarna hitam yang terletak di atas kasur seberat bruto 10.462 gram,” katanya.

10 Kilogram Sabu dan 3 Kurir Jaringan Internasional Berhasil Diringkus BNN Kepri

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan dari saudara M (29), dua bungkus jenis Sabu tersebut akan diantarkan kepada seseorang yang bernama T (35) WNI yang sudah menunggu di seputaran daerah tersebut.

“Petugas melakukan Control Delivery (CD) dan melakukan penangkapan terhadap saudara T (35) WNI di dalam sebuah mobil Avanza di pinggir jalan seberang SMA Negeri 3 Kota Batam. Petugas BNNP Kepri melakukan test urine terhadap kedua tersangka dan didapatkan hasil dari saudara M (29) WNI adalah negatif dan saudara T (35) WNI adalah positif metafentamin dan amfetamin,” kata Richard M. Nainggolan.

Masing-masing tersangka dijanjikan dengan upah sebesar, pelaku berinisial M, Rp 5.000.000 per kilogram, pelaku berinisial T, Rp 5.000.000 per 2 kilogram, dan pelaku  Y Rp 5.000.000.

“Pemilik barang adalah A (DPO) yang berada di Malaysia serta masing-masing tersangka berperan sebagai kurir dan baru pertama kali melakukan pengiriman,” kata dia.

Dari hasil pemeriksaan urine diketahui bahwa tersangka M (negatif), T (positif), Y (positif) methamphetamine, sementara itu, atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 112 dan 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

Editor : Fikri | Source : kabarbatam.com

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply